Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Thursday, February 3, 2011

Ciri Makanan Berformalin
















Berikut kami tampilkan beberapa makanan yang biasa mengandung formalin dan ciri-cirinya, apabila Anda menemukan bahan makanan sesuai ciri dibawah mohon jangan dibeli, karena sangat berbahaya bagi Anda dan keluarga.

Tahu :
  1. Tidak rusak jika disimpan sampai tiga hari pada suhu kamar
  2. Bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es
  3. Tahu terlampau keras teksturnya, namun tidak padat
  4. Bau agak menyengat, bau formalin
Ikan Segar :
  1. Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
  2. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar
  3. Warna daging ikan putih bersih
  4. Bau menyengat, bau formalin
Bakso:
  1. Tidak rusak sampai lima hari jika disimpan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
  2. Teksturnya sangat kenyal
  3. Aromanya / baunya menyengat terutama kalau sudah atau sedang dimasak
Mie basah :
  1. Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celsius)
  2. Bau agak menyengat, bau formalin
  3. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal
Semoga berguna bagi Anda semua dalam memilih bahan mana yang baik dan mana yang mengandung formalin.

Menghindari Kontaminasi














Tahukah anda bahwa 30 persen penyakit yang bersumber pada makanan disebabkan makanan yang tidak dipilih, disimpan atau dimasak dengan baik. Akibatnya dapat bermacam-macam, yaitu kejang perut, muntah dan diare.

Walaupun demikian, sebagian besar dari penyakit yang bersumber dari makanan yang rusak tidak mematikan, dan tidak menyebabkan sakit yang lama, namun dapat berakibat fatal pada usia sangat tua atau sangat muda (bayi atau balita); sedang mengidap suatu penyakit atau mempunyai kerusakan pada sistem imunitas (kekebalan) tubuh.

Jenis mikroorganisme mikroorganisme yang sering menimbulkan penyakit pada makanan yang tidak disimpan atau dirawat dengan benar adalah : 7 jenis bakteri atau yaitu salmonella, campylobacter jejuni, staphylococcus aureus, clostridium perfringens, vibrio vulnificus, listeria manocytogen dan shigella, 2 jenis protozoa : Giardia lamblia dan entamoeba histolyca dan, virus Hepatitis A Mikroorganisme tersebut kebanyakan hidup pada bahan makanan (mentah) berupa daging unggas, telur, susu, santan kelapa, ikan, sayuran yang diberi terkontaminasi pupuknya.

Dari semua bahan makanan tersebut, yang paling banyak menimbulkan resiko terkontaminasi atau teracuni oleh bakteria adalah daging unggas (mis : daging ayam) dan telur Lalu bagaimana agar kita dapat terhindar dari mahluk-mahluk kecil itu ? Pada saat belanja di pasar atau swalayan, ambillah dahulu belanjaan selain makanan, kemudian bahan makanan yang dikemas atau kalengan dan yang terakhir baru makanan segar seperti daging, sayur dan telur.

Periksalah bahan makanan kalengan, jangan mengambil jika terlihat kemasan rusak, menggelembung, penyok dan sebagainya. Jangan sekali-kali membeli makanan kalengan yang sudah kadaluwarsa. Jangan minum susu san makan telur atau ikan mentah apalagi jika menderita sakit atau mempunyai kelainan pada sistem imunitas (kekebalan) tubuh. Sebelum membeli telur, periksa benar-benar kesegarannya dan apakah betul-betul tidak retak atau bocor. Jika membeli makanan jadi, pilihlah yang dijual pada tempat yang terjaga kebersihannya.

Keracunan karena kerang dan makanan laut lainnya sering kita dengar, jadi perlu kita ekstra hati-hati dalam memilihnya. Bila perjalanan kita lebih dari satu jam setelah belanja makanan segar sedapatnya taruhlah daging dan makanan yang mudah rusak dalam satu wadah yang berisi es. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan pada penyimpanan makanan dalam lemari es. Segera simpan daging, sayur, susu, telur dan bahan makanan segar lainnya ke dalam lemari es.

Buanglah makanan yang sudah disimpan terlalu lama. Seringlah periksa apakah lemari, bekerja baik atau pada temperatur yang sesuai. Periksalah dan jangan biarkan air daging mentah menetes dan mengenai makanan lainya di lemari es anda. Simpanlah telur di tempat yang dalam, jangan pada sisi pintu. Jangan biarkan makanan menumpuk, seringlah memilih makanan di dalamnya dan buang segera jika sudah ada tanda-tanda rusak atau berjamur.

Jangan menyimpan makanan di bawah tampat cuci piring atau dekat bahan-bahan pembersih alat rumah tangga. Jangan biarkan makanan hangat atau dingin pada suhu kamar terlalu lama. Jika anda ingin makan telur setengah matang, rebuslah telur sampai kuning telur agak keras dan putih telur keras. Masaklah ikan sampai matang. Lebih baik ikan di makan segera setelah matang. Jangan biarkan makanan masak lebih dari dari dua jam begitu saja. Bungkuslah makanan dalam kemasan-kemasan dan disimpan dalam lemari es. Jangan simpan makanan sisa lebih dari tiga hari di lemari es.

Melelehkan makanan beku harus dengan air dingin biasa, jangan diamkan pada suhu kamar. Jangan mencicipi makanan yang anda telah duga sudah rusak. Selalu mamanasi makanan sampai sedikitnya bersuhu 165o F atau 75o C.

Benar-benar cuci bersih semua alat-alat masak termasuk talenan setelah dipakai, terutama setelah memotong daging ayam. Jangan memotong sayuran di talenan bekas memotong daging sebelum talenan dicuci. Perlu diingat bahwa talenan kayu lebih dapat terkontaminasi oleh bakteria dibandingkan dengan talenan terbuat dari plastik. Tetapi talenan terbuat dari bahan apapun harus dicuci dengan sabun setelah dipakai.

Cuci tangan sebelum dan sesudah memotong daging apalagi daging ayam. Jangan mengerjakannya bila terdapat luka pada tangan. Cuci dan simpanlah semua alat masak termasuk pembuka kaleng, parutan ataupun ulekan dalam keadaan bersih. Mesin penghalus daging, bumbu atau bahan makanan lain juga harus dicuci segera setelah habis dipakai. Jangan menaruh daging matang pada piring bekas menaruh daging mentah. Cuci bersih semua buah dan sayur dengan air mengalir.

Kiranya tips diatas dapat bermanfaat dalam mencegah penyakit yang diakibatkan makanan yang terkontaminasi. Meskipun jarang berakibat fatal, sebaiknya kita menghindari keracunan karena makanan dengan memperhatikan cara mengolah dan menyimpan makanan yang akan kita makan.

Bahan Makanan tetap Bergizi
















Proses pengolahan dan penyimpanan bisa membuat gizi pada bahan makanan hilang atau rusak. Karena itu, perlakukan bahan makanan sebaik mungkin, jangan asal memasukkannya ke lemari pendingin.

Cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Secara umum, tulis William Sears, MD, dan Martha Sears, RN, dalam The Family Nutrition Book, semakin sedikit pemrosesan, makin baik.

Nilai gizi makanan segar lebih baik ketimbang yang dibekukan, tetapi gizi makanan beku masih lebih baik dibanding makanan kalengan. Sayuran yang dibekukan sesaat setelah dipanen berisi lebih banyak vitamin daripada sayuran segar yang langsung diangkut melintasi wilayah untuk dipasarkan.

Ada sejumlah pertukaran zat gizi saat Anda memilih sayuran yang dikemas dan diproses. Contohnya, sayuran kalengan dan beku mengandung lebih banyak sodium. Satu porsi brokoli beku bisa mengandung lebih banyak betakaroten karena batangnya sudah dibuang, hanya menyisakan kuntumnya saja. Namun, brokoli ini hanya mengandung sedikit kalsium dan lebih banyak sodium. Jadi sesering mungkin, hidangkan sayuran segar bagi keluarga, sehingga mereka terbiasa terhadap rasa yang lebih bervariasi dan lebih kuat.

Mengukus sayuran melindungi lebih banyak zat gizi dan rasa sayuran segar daripada direbus yang melarutkan beberapa zat gizi ke dalam air. Memasak menggunakan microwave juga melindungi zat gizi pada sayuran. Hindari memotong sayuran terlalu lama sebelum dimasak. Jarak yang terlalu lama antara saat memotong sayuran atau buah dengan memasak bisa menimbulkan kerusakan. Alasannya, potongan sayur maupun buah dapat terpapar papas, cahaya, dan oksigen, si perusak zat gizi. Lebih baik potong sayuran atau buah saat akan dimasak atau dimakan. Menurut Melinda Hemmelgarn, MS, RD, ahli ilmu gizi lanjutan seperti dikutip University of Missouri Extension, panas, cahaya, dan oksigen merupakan tiga perusak alami vitamin pada buah dan sayuran. Walau demikian, memasak (dengan proses yang minimal) dan metode penyimpanan dapat mempertahankan zat gizi. Untuk itu, Good Health & Medicine membagi tip bagi Anda untuk mendapat manfaat yang optimal dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi.

Menyimpan Makanan

Konsumsi buah paling baik adalah saat sudah matang. Buah yang terlalu matang mengandung lebih banyak gula, sehingga kadar indeks glikemiknya (IG) lebih tinggi. Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat karbohidrat dicerna, masuk ke dalam aliran darah, dan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah masuk ke aliran darah secara perlahan dan tidak terlalu cepat memicu respon insulin, sehingga membuat kadar gula darah lebih stabil.

Ahli gizi, Judith Wills, penulis buku The Food Bible, menyarankan untuk menyimpan buah, sayuran, dan salad dalam kondisi dingin dan gelap seperti dalam lemari es atau pantry. "Cahaya dan panas akan merusak vitamin B dan C. Menyimpan buah dalam mangkuk besar di atas meja sangat tidak disarankan," ujar Wills.

Dibekukan

Berlawanan dengan keyakinan pada umumnya, buah dan sayuran beku kerap mengandung lebih banyak zat gizi daripada yang segar. Hal ini karena pangan tersebut dibekukan segera setelah dipanen. Asosiasi konsumen di Inggris menguji sejumlah buah dan sayuran yang telah disiapkan seperti kol Brussel dan melon potongan dengan menggunakan kadar vitamin C sebagai indikasi seberapa segar dan bergizinya makanan itu. Mereka menjumpai, beberapa di antaranya memiliki kurang dari setengah jumlah vitamin C yang dikandung saat baru dipanen.

Direbus dan Dikukus

Selain membuat makanan terasa lebih enak, memasak akan melemahkan struktur tumbuhan, membuat zat gizi sayuran labih mudah diserap tubuh manusia. Sayang, beberapa metode pemasakan dapat secara negatif memengaruhi nilai nutrusi itu. Merebus sayuran dapat menghilangkan vitamin C dan beberapa vitamin B yang memang bersifat larut air. Merebus dalam waktu lama juga dapat memengaruhi indeks glikemik makanan. Menurut ahli diet, Nigel Denby, "IG dipengaruhi oleh zat pati seperti amilosa dalam nasi. Zat pati akan dipecah bila dimasak terlalu lama, membuatnya lebih mudah dicerna dan gula dapat dilepaskan dengan cepat ke aliran darah." Mengukus mempertahankan zat gizi hingga sekitar 82 persennya.

Digoreng

Tak dipungkiri, menggoreng akan menambah kalori pada makanan. Meski begitu, menggunakan minyak dalam jumlah moderat bisa menjadi cara menyehatkan. Selain cepat matang juga meminimalkan kerusakan akibat panas. "Menggoreng akan menahan vitamin B dan vitamin C yang larut air," ujar Wills. Sayuran yang tinggi karotenoid (kelompok antioksidan) lebih baik dimasak atau dimakan dengan sedikit minyak. Sementara wortel atau tomat baik bila ditumis.

Dipanggang atau Dibakar

Metode ini merupakan alternatif yang lebih sehat ketimbang menggoreng. Menggunakan alas memasak dengan rak secara khusus akan efektif terutama untuk daging olahan. Wills setuju bahwa metode ini merupakan pilihan paling menyehatkan, tetapi perlu ditekankan bahwa membakar makanan terlalu lama hingga menimbulkan warna kehitaman bisa menghasilkan bahan kimia pencetus kanker.

Menggunakan Microwave

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa memasak menggunakan microwave merupakan cara paling efektif untuk mempertahankan vitamin larut air seperti vitamin C karena paparan panas berkurang dan sedikit air digunakan. Sayang, hal ini dapat merusak antioksidan larut lemak. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of The Science of Food and Agriculture mengungkapkan, brokoli yang dimasak dengan microwave kehilangan antioksidan hingga 97 persen.

Ditumbuk

Kentang tumbuk atau pure tidak hanya menambah kalori bila ditambah susu dan mentega, juga meningkatkan indeks glikemik. Makanan yang dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, juga dicerna lebih cepat. Bila sulit menghindarinya, coba mencampurnya dengan jeruk.

Dipanaskan Kembali

Saat Anda memanaskan masakan untuk kedua kalinya, tak terelakkan lagi, akan lebih banyak zat gizi yang rusak. Bila makanan perlu disimpan, Wills menekankan harus didinginkan dulu dan segera disimpan di lemari es atau freezer. "Tutup dan simpan di tempat yang dingin. Vitamin B dan C akan berkurang jika makanan dibiarkan hangat terlalu lama atau terlalu panas," ungkap Wills.

Konsumsi Mentah

Ahli gizi Patrick Holford meyakini konsumsi makanan mentah seperti wortel atau bit akan memaksimalkan kandungan gizinya karena antioksidan sensitif terhadap panas dan air. Namun, ada efek sebaliknya dari mengonsumsi makanan mentah. "Bisa sulit dicerna karena serat perlu dipanaskan supaya lunak. Proses memasak juga membuat beberapa zat gizi lebih mudah tersedia seperti likopen pada tomat," ujarnya. Buah paling baik dikonsumsi mentah atau segera dimakan setelah dipotong.

Selamatkan Air Rebusannya

Beberapa saran untuk mempertahankan nutrisi dalam makanan yang dimasak seperti dikutip dari situs Better Health Channel ini.
  • Simpan makanan secara tepat seperti menjaga makanan dingin tetap dingin dan menutup beberapa jenis makanan dalam tempat kedap udara.
  • Cuci atau gosok sayuran, bukan mengupasnya.
  • Gunakan daun sayuran paling luar lebih dulu, misalnya kubis atau daun selada, kecuali daun sudah layu atau sudah tidak enak.
  • Masak sayuran dengan mikrowave, mengukus, membakar, atau memanggang ketimbang merebusnya.
  • Bila Anda merebus sayuran, selamatkan air yang mengandung zat gizi untuk membuat sup.
  • Gunakan bahan-bahan segar bila memungkinkan.
  • Masak makanan dengan cepat.
  • Pastikan... Tidak merendam sayuran mentah dalam air. Tindakan ini dapat menyebabkan vitamin yang larut air akan hilang.
  • Tidak membiarkan buah menjadi terlalu matang. Buah yang terlalu matang atau ranum akan meningkatkan indeks glikemik secara drastis.
  • Tidak meninggalkan makanan yang telah dimasak semalaman dan kemudian memanaskannya.
  • Tidak memasak makanan yang mengandung zat pati seperti kentang terlalu matang. Hal ini dapat meningkatkan kadar indeks glikemik.
  • Tidak memotong sayuran dalam ukuran kecil. Permukaan potongan sayur atau buah bisa terpapar papas, cahaya, dan oksigen yang bisa merusak zat gizi.
  • Selalu menggunakan pisau tajam. Menggunakan pisau tumpul saat memotong sayuran segar dapat menyebabkan kerusakan sel yang akhirnya menimbulkan kehilangan vitamin C.
Hanya Memperpanjang Kualitas
  • Lemari pendingin menjadi tempat baik untuk menyimpan makanan. Apa Anda tahu makanan apa saja yang sebaiknya tidak dimasukkan ke lemari pendingin atau kulkas? Kapan Anda mesti memasukkan makanan ke dalam kulkas? Dan berapa lama makanan tetap aman dan segar dalam kulkas?
  • Kulkas sebaiknya dipasang pada suhu 4 derajat Celsius atau kurang. Suhu ini cukup membantu memperlambat proses enzimatik dan pertumbuhan bakteri, tetapi tidak terlalu dingin untuk memengaruhi kualitas makanan dengan adanya kristal es yang terbentuk. Ada baiknya memasang termometer kulkas guna memastikan suhu yang cukup rendah bagi keamanan pangan.
  • Selalu tutup makanan dalam lemari es. Udara di dalam kulkas sangat kering, sehingga makanan akan mudah kering, kehilangan kualitas, dan menjadi tidak menarik dalam waktu singkat. Menutup makanan juga mencegah makanan lunak seperti produk susu menyerap bau dari makanan lain, seperti kubis.
  • Suhu dingin kulkas memperlambat proses enzim dalam makanan dan juga reproduksi bakteri. Hal ini memperpanjang kualitas, rasa, dan tekstur makanan, serta menjaga makanan aman lebih lama. Patut diperhatikan bahwa kulkas tidak membunuh bakteri dan tak dapat memperbaiki kualitas makanan.
  • Jangan mengisi kulkas terlalu penuh. Pastikan selalu ada ruang yang cukup antara makanan yang bisa membuat udara bebas bersirkulasi di antaranya. Dengan begitu, suhu akan lebih merata.
  • Gunakan termometer kulkas untuk mengecek suhu kesegaran dan rak-rak. Bagian paling dingin dalam kulkas bukan tempat untuk menyimpan makanan yang rentan seperti daun selada dan buah lembut misalnya pepaya.
  • Makanan yang perlu didinginkan sebaiknya dimasukkan ke kulkas setidaknya dalam waktu 2 jam setelah dimakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Bersihkan kulkas setiap tiga minggu sekali. Buang sayur, buah, dan makanan yang sudah tidak dapat dikonsumsi.

Tips Memasak Makanan Bersih dan Sehat

Tips bagaimana memasak makanan bersih dan sehat kali ini akan saya bagi menjadi tiga bagian. Bagian yang pertama adalah bagaimana membuat makanan bersih dan sehat. Untuk mencegah kuman dapur mencemari makanan, maka seyogyanya kita mengembangkan kebiasaan-kebiasaan menyiapkan makanan yang aman. Berikut ini adalah hal-hal yang harus kita perhatikan agar makanan yang kita makan bersih dan sehat : 

Cuci tangan
Menurut sebuah studi tentang perilaku penanganan makanan yang diterbitkan dalam Journal of The American Dietetic Association, tangan yang tidak dicuci adalah penyebab yang umum kontaminasi silang antara daging, unggas, seafood mentah, sayuran yang tidak dicuci dan makanan siap makan. Cuci tangan lebih lama dan lebih sering dibanding yang Anda anggap memadai. Gosok tangan secara keras selama paling sedikit 20 detik dengan air sabun panas. Sabun dan penggosokan perlu waktu 20 detik untuk membersihkan kuman. 

Talenan
Sediakan 3 talenan yang fungsinya berbeda-beda. Misalnya talenan hijau khusus untuk memotong buah dan sayuran, talenan putih untuk ikan dan talenan merah untuk memotong daging merah. 

Daging mentah
Jangan membiarkan bakteri dari daging mentah berpindah ke makanan lain di dapur. Hindari kontaminasi silang. Simpan daging mentah dan alat dapur lain yang telah kontak dengannya benar-benar terpisah dari semua makanan lainnya. 

Telur
Makan telur mentah bisa beresiko terhadap Salmonella Enteridis. Eliminasi resiko dan bunuh bakteri dengan masak telur sampai matang.

Cuci hasil bumi

Cuci semua sayur dan buah di bawah air mengalir sebelum dimakan, dipotong atau dimasak kecuali yang sudah dikemas dan ditandai sudah dicuci. Hasil bumi dengan kulit luar yang keras seperti melon atau mentimun dapat digosok dengan sikat sayur yang bersih dan air sabun hangat sebelum dipotong-potong untuk berjaga-jaga jika ada bakteri di kulitnya. 

Masak sampai matang
Selalu ingat, memasak makanan sampai matang dapat membantu menghancurkan bakteri.
Tips selanjutnya adalah bagaimana mencegah kuman masuk ke dalam makanan yang sudah dimasak. Terkadang makanan yang kita masak tidaklah langsung habis dimakan saat itu juga. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan agar makanan yang tidak habis dimakan tetap aman untuk dikonsumsi, dengan demikian makanan kita bisa terhindar dari kuman :  

Perhatikan waktu
Bakteri dapat menggandakan diri secara cepat pada makanan matang yang dibiarkan lebih dari 2 jam pada temperatur kamar. Segera masukkan ke dalam kulkas.  

Hindari temperatur kamar
Jaga makanan dingin tetap dingin dan makanan panas tetap panas. Bakteri dapat menggandakan diri secara cepat pada temperatur 40 derajat Fahrenheit dan 140 derajat Fahrenheit. Jadi, paling baik jaga makanan matang tetap panas pada suhu 140 derajat Fahrenheit atau lebih tinggi dan untuk makanan dingin pada temperatur 40 derajat atau lebih rendah. Misalnya jika makanan yang Anda masak pagi ingin dimakan lagi untuk siang hari, perhatikan waktu. Panaskan jika makanan panas yang terhidang di meja sudah tergeletak lama dan tidak lagi pada suhu yang tepat. Apalagi jika makanan tersebut mengandung santan karena makanan bersantan akan lebih rentan terhadap bakteri. Atau jangan terlalu lama menyajikan puding dingin di meja makan, segera masukkan kembali ke kulkas jika sudah tidak ada lagi yang berminat.  

Jaga temperatur kulkas dan freezer
Temperatur kulkas harus disetel pada suhu 40 derajat Fahrenheit atau lebih rendah dan freezer pada 0 derajat Fahrenheit.  

Atur makanan yang tidak habis dimakan
Simpan makanan yang tidak habis dimakan dalam pinggan dangkal. Porsi besar jika perlu bisa dibagi sehingga bisa lebih cepat dingin atau mencapai temperatur kulkas. Hindari mengisi kulkas terlalu penuh. Sisakan sedikit ruang karena untuk menjaga makanan pada temperatur aman, udara dingin perlu beredar.
Tips yang terakhir adalah bagaimana menjaga kebersihan dapur. Mengkonsumsi makanan yang tercemar bakteri dan parasit dapur dapat membuat kita sakit. Mulai dari diare yang parah, demam, muntah, dan kram perut bisa saja terjadi jika Anda tidak memperhatikan kebersihan dapur. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan agar dapat menjaga lingkungan dapur menjadi bersih :  

Perhatikan lap dapur 
Perhatikan kebersihan sponge atau lap dapur yang digunakan. Sponge atau lap dapur dapat memberikan lingkungan yang hangat dan lembab dengan banyak area permukaan yang sulit untuk dibersihkan dari kotoran dan bakteri. Jika menggunakan sponge atau lap dapur, cucilah paling tidak seminggu sekali dengan air yang sangat panas.  

Perhatikan permukaan alat dapur
Sebelum mengeluarkan makanan untuk disiapkan, pastikan semua peralatan dan permukaan sudah dibersihkan dengan air sabun panas sebelum dan sesudah digunakan. Anda bisa juga membersihkan dengan larutan 1 sendok teh bleach dicampur dengan 1 liter air panas.  

Awasi selalu kebersihan kitchen sink.
Cairan daging yang mentah biasanya setelah menempel pada talenen atau pisau akan masuk pada tempat pembuangan air. Sanitasilah sesering mungkin dengan 1 sendok teh bleach dicampur dengan 1 liter air panas.
Sumber : http://kulinerbandungku.blogspot.com/2009/04/tips-memasak-makanan-bersih-dan-sehat.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...