Showing posts with label Informasi. Show all posts
Showing posts with label Informasi. Show all posts

Thursday, February 3, 2011

Waspada Saos Tomat













Mungkin informasi ini sudah banyak ditayangkan di beberapa stasiun televisi swasta. Informasi ini hanya sekedar reminder bahwa Saos Tomat yang banyak beredar baik di pasar2, penjual bakso dan mie ayam dan berbagai tempat lainnya patut diwaspadai, walaupun masih ada Saos Tomat yang dibuat dengan bahan2 yang baik dan sehat.

Bakso dan mie ayam merupakan salah satu makanan favorit, yang tentu rasanya kurang nikmat kalau tidak ditambah dengan merahnya saos sambal tomat. Apalagi beberapa orang menilai bakso dan mie ayam yang dijual di pinggir-pinggir jalan terasa lebih nikmat dibandingkan dengan makanan sejenis tapi sudah berada di gerai-gerai mal yang ber-AC.

Isu tentang ketidakberesan saos-saos ini sudah lama beredar, dan sudah banyak yang membuktikannya. Contohnya dari penggunaan ubi atau singkong untuk bahan bakunya, lalu penggunaan pewarna makanan yang dilarang, sampai penggunaan zat-zat berbahaya lain di dalam kandungannya.

Berikut adalah rangkuman pembuatan saos tomat yang diulas di beberapa liputan di televisi
  1. Sebagian besar pembuat saos tomat ini menggunakan bahan baku cabe BUSUK. Ya, cabe busuk, lengkap dengan ulat dan belatung warna kuningnya. Semuanya diulek jadi satu, masih dengan tangkai cabenya, menggunakan ulekan batu yang cukup besar. Darimana cabe busuk ini didapat? Tidak masalah, tiap hari ada penyuplai yang rutin mengumpulkan cabe-cabe busuk ini di pasar atau yang berceceran di lorong-lorong pasar. Jadi jangan bayangkan rupa cabe atau kebersihan ulat belatungnya seperti yang biasa dimakan di acara 'fear-factor'...
  2. Sebagai pewarna makanan, digunakan pewarna buatan yang lazim digunakan di industri tekstil. Tentu saja, untuk membuat warna merah menyala (yang menggiurkan ini), dibutuhkan cukup banyak pewarna tekstil ini. Efeknya tidak perlu dijelaskan lagi...
  3. Sedangkan untuk menambah rasa manis, yang bikin orang Jawa Tengah makin suka, dibubuhkan sakarin. Sakarin merupakan pemanis buatan yang populer, karena di samping harganya murah, rasa manisnya 300x dari manis gula. Artinya manisnya satu sendok teh sakarin idem dengan 300 sendok teh gula. Dulu sih sakarin sempat jadi perdebatan, apakah merupakan bahan yang dilarang dalam makanan atau tidak. Saat ini, sakarin masih dapat digunakan sampai batas-batas tertentu sesuai produk yang disisipinya. Tapi yang jelas, penggunaan dalam jumlah banyak atau jangka panjang menyebabkan gangguan di janin dan kanker, contohnya kanker kandung kemih.
  4. Lalu sebagai unsur pengawetnya diberikan sodium benzoat. Zat ini efektif sebagai pengawet karena dapat mencegah timbulnya bakteri spora, bakteri pembusuk dll di makanan. Tapi sekali lagi, tentu saja pasti ada efeknya dalam penggunaan jangka panjang, yang bisa mengakibatkan rasa mual, muntah, bahkan kematian.
  5. Setelah semua bahan dicampur, siap untuk dikemas di botol-botol saos. Lalu menggunakan botol seperti apa untuk wadah saos ini? Cukup botol bekas saja. Dalam liputan TV diperlihatkan tumpukan botol bekas yang berisi tanah kotor, yang lalu direndam di air yang ber-kaporit. Setelah direndam, lalu dibersihkan dengan menggunakan sikat kawat sampai ke dalam-dalamnya.Selesai semuanya, saos siap dituang ke botol dan diberi label merek di badan botol. Dipak, dikirim ke penjual-penjual makanan, dan masuklah ia ke dalam perut kita bersama dengan mie dan kuah bakso atau mie ayam... Nyammm...
Sebenarnya penjual makanan, entah itu bakso, mie ayam, mie rebus, mie goreng atau apapun yang menggunakan saos-saos-an ini tidak bisa dipersalahkan. Mau pakai saos tomat beneran yang bermerek dengan konsekuensi menaikkan harga makanannya? Saya rasa tidak tepat juga, kalau begitu siapa yang mau beli?. Sebenarnya kuncinya ada di kita, di konsumennya. Kalau mau sehat, ya pesan saja bakso tanpa saos, mie tanpa saos, toh rasanya juga masih nikmat. Kalau memang kepepet pingin mie ayam pakai saos, ya sedikit sajalah, asal jangan tiap hari makan mie ayam. :)

Ciri Makanan Berformalin
















Berikut kami tampilkan beberapa makanan yang biasa mengandung formalin dan ciri-cirinya, apabila Anda menemukan bahan makanan sesuai ciri dibawah mohon jangan dibeli, karena sangat berbahaya bagi Anda dan keluarga.

Tahu :
  1. Tidak rusak jika disimpan sampai tiga hari pada suhu kamar
  2. Bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es
  3. Tahu terlampau keras teksturnya, namun tidak padat
  4. Bau agak menyengat, bau formalin
Ikan Segar :
  1. Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
  2. Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar
  3. Warna daging ikan putih bersih
  4. Bau menyengat, bau formalin
Bakso:
  1. Tidak rusak sampai lima hari jika disimpan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
  2. Teksturnya sangat kenyal
  3. Aromanya / baunya menyengat terutama kalau sudah atau sedang dimasak
Mie basah :
  1. Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celsius)
  2. Bau agak menyengat, bau formalin
  3. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal
Semoga berguna bagi Anda semua dalam memilih bahan mana yang baik dan mana yang mengandung formalin.

Waspada Es Cincau














Memang nikmat minum es cincau apalagi cuaca sedang terik, terasa dahaga pun hilang setelah meneguk es cincau. Es cingcau selain menghilangkan dahaga juga dapat mencegah panas dalam, sumber antioksidan, dan mengandung serat yang bermanfaat bagi kesehatan.

Tapi tahukah anda es cincau yang anda konsumsi mungkin es cincau yang berbahaya bagi kesehatan. Beberapa pedagang es cincau menggunakan bahan dasar bedak keong/bedak muka. Bahaya penggunaan bedak keong/bedak muka dapat menimbulkan penyakit ekoli.

Bukan hanya menggnakan bedak keong pedagang cincau pun menggunakan pewarna pakaian/pewarna textil (rodamin B) yang dapat mengakibatkan penyakit kanker. Pewarna tekstil ini mempunyai ciri unsur warna yang kuat, warna yang memikat, harga yang murah dibandingkan dengan pewarna makanan.

Selain berbahan dasar bedak keong dan pewarna pakaian pembuatan es cincau juga ada yang menggunakan air mentah yang dapat mengancam kesehatan tubuh.

Cara pembuatan es cincau alami adalah dengan menggunakan daun cincau yang telah dicuci bersih, air yang ingin dipakai dalam membuat cincau adalah air matang. Cincau kemudian diremas dengan air matang kemudian disaring agar cincau yang dihasilkan cingcau yang bertekstur lembut.

Biasanya cingcau alami lebih lama mengerasnya dan membutukan waktu sekitar 5 jam untuk menjadi kenyal. Setelah itu cincau siap dihidangkan.

Berikut adalah tips mengenali cincau alami dan cingcau tidak alami

Cincau alami: Lembek cincau berbau daun, tahan 1 hari dan tidak meninggalkan bekas apabila terkena tangan.

Cincau tidak alami: Tekstur padat dan kenyal, bau harum seperti harum pandan dan tahan lama, tidak mudah mencair Apabila cincau menggunakan pewarna pakaian terkena tangan maka akan meninggalkan bekas.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...